ETIKA DAN PROFESIONALITAS TI

0

Etika

Dalam bahasa Yunani, etika berasal dari kata ”Ethos” yang berarti watak kesusilaan atau adat kebiasaan. Sedangkan dalam bahasa latin, etika berasal dari kata “Mos” dan dalam bentuk jamaknya “Mores”, yang berarti adat kebiasaan atau cara hidup seseorang dengan melakukan perbuatan yang baik (kesusilaan) serta menghindari hal-hal tindakan yang buruk. Sehingga dapat disimpulkan bahwa etika merupakan ilmu pengetahuan yang membahas perbuatan baik dan buruk manusia sejauh yang dapat dipahami oleh pikiran manusia.Etika terdiri dari 2 bentuk, Etika Umum yaitu etika yang membahas bagaimana seseorang bertindak secara etis. Etika Khusus yaitu penerapan moral dasar dalam bidang khusus, misalnya dalam bidang bisnis atau bidang lainnya.
Profesionalisme

Profesionalisme merupakan kualitas yang wajib dimiliki oleh setiap eksekutif yang baik. Ciri-ciri profesionalisme adalah :

  • Memiliki keterampilan dan kemahiran dalam suatu bidang
  • Memiliki ilmu dan pengalaman dalam membaca situasi dan menganalisis masalah agar dapat mengambil keputusan dengan cepat dan tepat
  • Memiliki sikap berorientasi ke depan sehingga dapat mengantisipasi perkembangan lingkungan
  • Bersikap mandiri dan terbuka dalam menyimak dan menghargai pendapat orang lain namun cermat dalam memilih yang terbaik bagi diri dan perkembangannya

TSI

TSI (Teknologi Sistem Informasi) merupakan sistem pengolahan data menjadi informasi secara elektronis dengan menggunakan sarana komputer, telekomunikasi atau sarana elektronis lainnya.
Etika & Profesionalisme TSI dibutuhkan agar mampu memetakan permasalahan yang timbul akibat penggunaan teknologi informasi, menginvestasikan dan mendefinisikan etika dalam teknologi informasi serta agar mampu menemukan masalah dalam penerapan etika TSI.
Jadi dalam etika dan profesi dalam teknologi informasi yang pertama adalah harus dapat dipertanggung- jawabkan terhadap pekerjaan itu beserta hasilnya dan juga terhadap dampak dari profesi itu untuk kehidupan orang lain. Kedua, etika profesi harus memberikan kepada siapa saja yang menjadi haknya. Yang terakhir, setiap professional mempunyai dan mendapatkan kebebasan dalam menjalankan profesinya, dapat disimpulkan bahwa Etika & Profesionalisme TSI adalah sikap/perilaku seseorang yang bekerja sesuai aturan/standar moral yang berlaku dalam teknologi sistem informasi.
Etika Profesionalisme IT

Ciri-ciri Profesionalime yang harus dimiliki oleh seorang IT berbeda dari bidang pekerjaan yang lainnya. Ciri-cirinya adalah sebagai berikut :

1. Memiliki kemampuan / keterampilan dalam menggunakan peralatan yang berhubungan dengan bidang pekerjaan IT Seorang IT harus mengetahui dan mempraktekkan pengetahuan IT-nya ke dalam pekerjaannya.
2. Punya ilmu dan pengalaman dalam menganalisa suatu software atau Program.
3. Bekerja di bawah disiplin kerja
4. Mampu melakukan pendekatan disipliner
5. Mampu bekerja sama
6. Cepat tanggap terhadap masalah client.

Contoh ciri – ciri profesionalisme di bidang IT adalah :

1. Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoretis
Profesional diasumsikan mempunyai pengetahuan teoretis yang ekstensif dan memiliki keterampilan yang berdasar pada pengetahuan tersebut dan bisa diterapkan dalam praktek.

2. Asosiasi profesional
Profesi biasanya memiliki badan yang diorganisasi oleh para anggotanya, yang dimaksudkan untuk meningkatkan status para anggotanya. Organisasi profesi tersebut biasanya memiliki persyaratan khusus untuk menjadi anggotanya.

3. Pendidikan yang ekstensif
Profesi yang prestisius biasanya memerlukan pendidikan yang lama dalam jenjang pendidikan tinggi.

4. Ujian kompetensi
Sebelum memasuki organisasi profesional, biasanya ada persyaratan untuk lulus dari suatu tes yang menguji terutama pengetahuan teoretis.

5. Pelatihan institutional
Selain ujian, juga biasanya dipersyaratkan untuk mengikuti pelatihan istitusional dimana calon profesional mendapatkan pengalaman praktis sebelum menjadi anggota penuh organisasi. Peningkatan keterampilan melalui pengembangan profesional juga dipersyaratkan.

6. Lisensi
Profesi menetapkan syarat pendaftaran dan proses sertifikasi sehingga hanya mereka yang memiliki lisensi bisa dianggap bisa dipercaya.

7. Otonomi kerja
Profesional cenderung mengendalikan kerja dan pengetahuan teoretis mereka agar terhindar adanya intervensi dari luar.

8. Kode etik
Organisasi profesi biasanya memiliki kode etik bagi para anggotanya dan prosedur pendisiplinan bagi mereka yang melanggar aturan.

9. Mengatur diri
Organisasi profesi harus bisa mengatur organisasinya sendiri tanpa campur tangan pemerintah. Profesional diatur oleh mereka yang lebih senior, praktisi yang dihormati, atau mereka yang berkualifikasi paling tinggi.

10. Layanan publik dan altruisme
Diperolehnya penghasilan dari kerja profesinya dapat dipertahankan selama berkaitan dengan kebutuhan publik, seperti layanan dokter berkontribusi terhadap kesehatan masyarakat.

11. Status dan imbalan yang tinggi
Profesi yang paling sukses akan meraih status yang tinggi, prestise, dan imbalan yang layak bagi para anggotanya. Hal tersebut bisa dianggap sebagai pengakuan terhadap layanan yang mereka berikan bagi masyarakat.

SUMBER : http://bagja-nugraha.blogspot.com/2012/03/etika-profesionalisme-dalam-bidang.html

Aplikasi Satria F-150 Untuk Android 4.0 +

0

Dari namanya udah ketauan klo aplikasi ini fungsinya untuk nambah pengetahuan atau seenggaknya buat pengganti buku pedoman yg gak mungkin dibawa setiap waktu, mau naro buku di bagasi pun kayaknya gak mungkin soalnya FU ga punya bagasi.. wkwkwk

Aplikasi ini memuat informasi tentang spesifikasi, cara perawatan, permasalahan FU yang sering muncul, Harga Part Baru (gak lengkap sih..hehe), alamat bengkel resmi n rekomendasi beserta no.teleponnya n forum internet yg murni ngebahas FU (jadi klo ada uneg2 yg ga ada di aplikasi ini langsung tanya ke Forum aja ya..haha).

oie.. Aplikasi ini cuma bisa jalan di versi android ICS (4.0.3 n 4.0.4), JB (4.1.x, 4.2.x n 4.3.x), Kitkat (4.4.x). Jadi jangan harap bisa nginstal di android versi 3.0.x atau yg lebih jadul. Mungkin bisa jalan di android versi 5.0 (tapi belom tested soalnya baru banget launching). Mungkin nanti bisa ane akalin klo banyak yg mau instal di android sebelom ICS.

donlot aplikasinya DISINI atau DISINI

oie.. klo udah install n coba aplikasinya, tolong isi kuisionernya ya, soalnya berguna bgt buat gue yang lagi bergulat dengan tugas penulisan ilmiah.. KUISIONER

Thx to :

  • Mrs. Arum Tri Iswari Purwanti
  • Untung Subarjo
  • Adam Pamungkas
  • Edwin Reynaldi
  • Bagus Prasetio
  • Effendi
  • grup fb n forum kaskus Satria FU 150
  • dll (maaf klo gak kesebut) yang udah kasih kritik n saran terciptanya aplikasi ini

oie, mohon maaf klo ada kontent di dalam aplikasi ini yang kurang berkenan / tanpa ijin pemilik informasi (mohon pengertiannya).
Terima kasih banyak buat siapa aja yg mau ngisi kuisionernya [big respect to you],.

LAYANAN SISTEM TELEMATIKA

0

Layanan Telematika merupakan  layanan dial up ke Internet maupun semua jenis jaringan yang didasarkan pada sistem telekomunikasi untuk mengirimkan data. Internet sendiri merupakan salah satu contoh telematika. Layanan Telematikanya digunakan dalam beberapa bidang, 4 diantaranya :


  1. Layanan Informasi

Pengertian Layanan Informasi adalah penyampaian berbagai informasi kepada sasaran layanan agar individu dapat memanfaatkan informasi tersebut demi kepentingan hidup dan perkembangannya. Tujuan layanan informasi secara umum adalah agar terkuasainya informasi tertentu sedangkan secara khusus terkait dengan fungsi pemahaman (paham terhadap informasi yang diberikan) dan memanfaatkan informasi dalam penyelesaian masalahnya.

Contohnya :

  • Navigation assistant (real-time traffic information)
  • Weather, stock information
  • Entertainment and M-Commerce.

Kelebihan :

Pada layanan telematika dibidang informasi, masyarakat sudah mendapatkan layanan informasi yang cukup merata.

Kekurangan :

Pada layanan telematika bidang informasi, masih kurangnya kecepatan internet untuk layanan informasi ini sehingga masyarakat masih merasakan hambatan dalam mengakses suatu informasi.


  1. Layanan Keamanan

Layanan keamanan adalah suatu yang sangat penting untuk menjaga agar suatu data dalam jaringan tidak mudah terhapus atau hilang. Keamanan jaringan disini adalah memberikan peningkatan tertentu untuk jaringan. Peningkatan keamanan jaringan ini dapat dilakukan terhadap :

  1. Rahasia (Privacy)

Dengan banyak pemakai yang tidak dikenal pada jaringan menebabkan penyembunyian data yang sensitive menjadi sulit.

  1. Keterpaduan Data (Data Integrity)

Karena banyak node dan pemakai berpotensi untuk mengakses system komputasi, resiko korupsi data adalah lebih tinggi.

  1. Keaslian (Authenticity)

Hal ini sulit untuk memastikan identitas pemakai pada system remote, akibatnya satu host mungkin tidak mempercayai keaslian seorang pemakai yang dijalankan oleh host lain.

  1. Convert Channel

Jaringan menawarkan banyak kemungkinan untuk konstruksi convert channel untuk aliran data, karena begitu banyak data yang sedang ditransmit guna menyembunyikan pesan.

Contohnya :

  • Emergency rescue with 911
  • Car location tracing (thief-proof)

Kelebihan :

Pada layanan telematika di bidang keamanan, masyarakat merasa lebih aman karena dapat melaporkan sesuatu menggunakan teknologi yang ada (Handphone / Komputer).

Kekurangan :

Pada layanan telematika dibidang keamanan, keamanan ini juga berdampak buruk jika ada oknum/hacker yang berniat jahat untuk membobol suatu sistem keamanan.


  1. Layanan Context  Aware dan Event Base

Context-awareness adalah kemampuan layanan network untuk mengetahui berbagai konteks, yaitu kumpulan parameter yang relevan dari pengguna (user) dan penggunaan network itu, serta memberikan layanan yang sesuai dengan parameter-parameter itu.

Contohnya :

  • Vehicle Diagnostic Service
  • Car Insurance based on driving statistic

Kelebihan :

Pada layanan context aware dan event-base, dengan ini pengguna dapat hak privasi yang lebih tanpa harus melakukan banyak/otomatis sistem yang telah mengatur agar pengguna tidak diganggu dalam waktu yang diinginkan pengguna.

Kekurangan :

Pada layanan context aware dan event-base, pengguna tidak tahu/akan terlambat mengetahui jika ada panggilan penting saat ia tidak ingin diganggu.


  1. Layanan Perbaikan Sumber (Resource Discovery Service)

Layanan telematika yang terakhir adalah layanan perbaikan sumber. Resource Discovery Service (RDS) adalah sebuah layanan yang berfungsi untuk penemuan layanan utilitas yang diperlukan. RDS juga berfungsi dalam pengindeksan lokasi layanan utilitas untuk mempercepat kecepatan penemuan. Layanan perbaikan sumber yang dimaksud adalah layanan perbaikan dalam sumber daya manusia (SDM).

Contohnya : Yellow pages service

Kelebihan :

Pada layanan perbaikan sumber, tiap orang dapat bantuan lebih dalam yellow pages untuk mencari alamat/nomor telepon suatu instansi.

Kekurangan :

Pada layanan perbaikan sumber, masyarakat harus melakukan pencarian informasi secara manual karena yellow pages masih berbentuk buku.


Saran

Layanan Telematika pada zaman sekarang ini sangatlah penting dalam menunjang kebutuhan hidup terutama dalam bidang informasi. Oleh karena itu peningkatan layanan dalam bidang ini seharusnya perlu banyak peningkatan baik itu dalam ilmu pendidikan telematika, pengembangan industri kreatif bidang telematika, kecepatan akses informasi, perlindungan hukum dunia digital dan perawatan rutin terhadap alat-alat yang menunjang dunia telematika demi terciptanya masyarakat yang dapat bersaing dalam lingkup dunia.

Pemeratan akses internet keseluruh pelosok pedesaan seharusnya dilakukan pemerintah agar penduduk desa tidak selalu tertinggal dalam hal informasi.


sumber1     sumber2    sumber3


TUGAS PENGANTAR TELEMATIKA

0

TELEMATIKA

1. Pengertian telematika berdasarkan berbagai sumber.

Telematika merupakan adopsi dari bahasa Prancis yang sebenarnya adalah “TELEMATIQUE” yang kurang lebih dapat diartikan sebagai bertemunya sistem jaringan komunikasi dengan teknologi informasi. Para praktisi mengatakan bahwa Telematics merupakan perpaduan dari dua kata yaitu dari “TELECOMMUNICATION and INFORMATICS ” yang merupakan perpaduan konsep Computing and Communication.

Istilah telematika juga dikenal sebagai “the new hybrid technology” karena lahir dari perkembangan teknologi digital. Dalam wikipedia disebutkan bahwa Telematics juga sering disebut dengan ICT (Information and Communications Technology). Untuk mengerti makna TELEMATIKA yang menurut pak Moedjiono yang merupakan konvergensi dari Tele=”Telekomunikasi”, ma= ”Multimedia” dan tika=”Informatika” kita perlu perhatikan
perbedaan antara BIDANG ILMU.


2. Pengertian telematika menurut penulis

Telematika merupakan sekumpulan ilmu yang mencakup telekmunikasi, multimedia dan informatika yang tercipta seiring dengan perkembangan teknologi digital.


3. Keuntungan dan kerugian telematika

Keuntungan telematika

  • Manfaat internet dalam e Business secara nyata dapat menekan biaya transaksi daam berbisnis dan memberikan kemudahan dalam diversifikasi kebutuhan.
  • Manfaat internet dalam e Goverment bisa meningkatkan kinerja pemerintah dalam menyediakan informasi dan layanan untuk masyarakat.
  • Dalam bidang kesehatan dan juga pendidikan secara nyata juga telah memberikan nilah tambah bagi masyarakat luas.
  • Telematika cukup memberi warna tersendiri dalam perekonomian nasional. Ditandai dengan mulai maraknya sekelompok anak muda membangun bisnis baru menggunakan teknologi Internet, maka Indonesia tak ketinggalan dalam booming perdagangan elektronis / electronic commerce (e-commerce).
  • Pembangunan sektor Telematika diyakini akan memengaruhi perkembangan sektor-sektor lainnya. Sebagaimana diyakini oleh organisasi telekomunikasi dunia, ITU, yang konsisten menyatakan bahwa dengan asumsi semua persyaratan terpenuhi, penambahan investasi di sektor telekomunikasi sebesar 1% akan mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sebesar 3%. Hipotesis ini telah terbukti kebenarannya di Jepang, Korea, Kanada, Australia, negara-negara Eropa, Skandinavia, dan lainnya.
  • Sebagai core bisnis industry, perdagangan, efisensi dan peningkatan daya saing perusahaan

Kerugian telematika

  • Tindakan kejahatan yang dilakukan dengan menggunakan media internet. Contohnya, tindakan yang disebut carding, adalah cyber crime dengan cara mencuri data kartu kredit dari nasabah suatu bank, sehingga si pelaku carding (carder) dapat menggunakan data tersebut untuk keuntungan pribadi.
  • Penyebaran virus atau malicious ware fraud atau penipuan yang menggunakan electronic mail sebagai alat penyebaran informasi bagi si penipu.Kejahatan Telematika sebagai Kejahatan Transnasional, Contoh kejahatan transnasional ini adalah human trafficking, penyelundupan orang, narkotika, atau teroris internasional.
  • Kejahatan telematika merugikan individu,missal Lima orang hacker (penyusup) yang berada di Moskow telah mencuri sekitar 5400 data kartu kredit milik orang Rusia dan orang asing yang didapat dengan menyusup pada sistem komputer beberapa internet retailer.
  • Kejahatan telematika merugikan perusahaan atau organisasi, Pada tahun 1995, Julio Cesar Ardita, seorang mahasiswa dari Argentina berhasil menyusup dan mengganti (cracking) data sistem yang ada di Fakultas Arts and Science Universitas Harvard.
  • Kejahatan telematika merugikan Negara, misalnya: Serangan yang paling merugikan adalah pengrusakan yang dilakukan oleh hacker asing pada situs Kementrian keuangan Romania pada tahun 1999, sehingga merugikan pemerintah Romania milyaran dollar. Serangan ini dilakukan dengan mengganti besaran kurs mata uang Romania sehingga banyak pembayar pajak online yang terkecoh dengan data yang telah diganti tersebut. Hanya sayangnya, kejahatan ini tidak berlanjut ke pengadilan karena tidak adanya hukum yang mengatur kejahatan telematika yang bersifat transnasional.

4. Saran

Telematika merupakan ilmu yang sangat bermanfaat untuk perekonomian Negara, organisasi / perusahaan dan individu. Oleh karena itu sebaiknya pembelajaran tentang telematika diperkuat sejak usia dini dengan bobot yang pas tentunya agar generasi penerus bangsa mampu bersaing dengan Negara-negara maju di dunia dalam bidang telematika.

Pembelajaran telematika sebaiknya diikuti dengan disiplin sikap dan pembangunan karakter yang baik pada peserta didiknya untuk mencegah penyalahgunaan ilmu yang di dapat pada bidang telematika.

Selain itu, untuk menjamin keamanan maka harus didukung oleh institusi hukum yang tegas dan perundang-undangan yang dengan tujuan membuat jera para pelaku penyalahgunaan ilmu dalam bidang telematika.

SISTEMATIKA  PENULISAN ILMIAH

0


/*<![CDATA[*/window.zEmbed||function(e,t){var n,o,d,i,s,a=[],r=document.createElement("iframe");window.zEmbed=function(){a.push(arguments)},window.zE=window.zE||window.zEmbed,r.src="javascript:false",r.title="",r.role="presentation",(r.frameElement||r).style.cssText="display: none",d=document.getElementsByTagName("script"),d=d[d.length-1],d.parentNode.insertBefore(r,d),i=r.contentWindow,s=i.document;try{o=s}catch(e){n=document.domain,r.src='javascript:var d=document.open();d.domain="'+n+'";void(0);',o=s}o.open()._l=function(){var o=this.createElement("script");n&&(this.domain=n),o.id="js-iframe-async",o.src=e,this.t=+new Date,this.zendeskHost=t,this.zEQueue=a,this.body.appendChild(o)},o.write('’),o.close()}(“https://assets.zendesk.com/embeddable_framework/main.js&#8221;,”btpn-zen.zendesk.com”);
/*]]>*/

 

  1. PENDAHULUAN

Pendahuluan merupakan bab pertama yang mengantarkan pembaca untuk mengetahui ikhwal topik penelitian, alasan, dan pentingnya suatu karya ilmiah. Pendahuluan dalam laporan penelitian lebih kompek daripada pendahuluan dalam makalah dan artikel ilmiah untuk jurnal.

Bab pendahuluan biasanya memuat latar belakang yang dengan singkat mengulas alasan mengapa penelitian dilakukan, tujuan, dan hipotesis jika ada. Memberikan alasan yang kuat, termasuk kasus yang dipilih dan alasan memilih alasan tersebut, perumusan dan pendekatan masalah, metode yang akan digunakan dan manfaat hasil penelitian. Bab ini seyogianya membimbing pembaca secara halus, tetap melalui pemikiran logis yang berakhir dengan pernyataan mengenai apa yang diteliti dan apa yang diharapkan dari padanya. berikan kesan bahwa apa yang anda teliti benar-benar bermanfaat bagi ilmu pengetahuan dan pembangunan. Bagian tujuan penelitian mengakhiri bab pendahuluan yang berisi pernyataan singkat mengenai tujuan penelitian. Dalam menuliskan tujuan, gunakan kata kerja yang hasilnya dapat diukur dan dilihat, seperti menjajaki, menguraikan, menerangkan, menguji, membuktikan, atau menerapkan suatu gejala, konsep, atau dugaan.

Dikutip dari https://saripedia.wordpress.com/tag/bagian-bagian-karya-ilmiah/ (Widya dkk, 2004: 6-7).

 

  1. KAJIAN PUSTAKA

Dalam penelitian diperlukan 2 landasan, yakni kerangka teoritis dan metodologis. Kerangka teoritis adalah teori yang digunakan untuk membangun kerangka kerja penelitian. kerangka metodologis ialah hal ikhwal yang berkaitan dengan desain penelitian, termasuk langka-langkah pengumpulan dan pengolahan data (variabel, instrument, validitas dan realibilitas instrument, serta teknik pengumpulan dan analisis data) dengan berbagai alasannya. Keduanya diuraikan dalam dua bagian penelitian yang berbeda, tetapi berurutan.

Dalam kerangka teoritis dinyatakan teori apa yang digunakan untuk landasan kerja penelitian. Teori itu bisa disusun sendiri secara eklektik. bisa juga berupa teori yang digunakan oleh seorang ahli. Namun, teori apapun, yang digunakan harus dapat dipertanggungjawabkan melalui kajian sejumlah pustaka dan hasil penelitian dalam lingkup topic penelitian.

Dikutip dari https://saripedia.wordpress.com/tag/bagian-bagian-karya-ilmiah/

 

  1. METODE PENELITIAN

Dalam laporan penelitian ada perbedaaan antara metode penelitian dalam metode kuantitatif dan metode kualitatif. Metode penelitian dalam laporan penelitian kuantitatif, prosedur penelitian dimulai dari pengumpulan data, pengolahan data, dan diakhiri dengan analisis data. Yang perlu diuraikan dalam bab pendekatan atau penelitian kuantitatif adalah: (1) jenis dan desain penelitian, (2) populasi, sampel, dan teknik pengambilan sampel (3) Variabel yang dirumuskan secara operasional, (4) instrument penelitian disertai penentuan validitas dan reliabilitasnya, (5) teknik pengumpulan data , (6) teknik pengolahan dan analisis data.

Metode penelitian dalam laporan penelitian kualitatif terdapat beberapa perancangan dan hal ini mengakibatkan penyajiannya akan berbeda pula. Ada beberapa pendekatan penelitian kualitatif yang sering digunakan, seperti: (1) fenomologi. (2) hermeneutika, (3) etnografi, (4) grounded theory. Adapun desain penelitian kualitatif dapat berupa studi kasus, grounded study, etnometodologi, biografi, historical social science, riset klinis dll. Kerangka penelitian kualitatif yang diuraiakan dan dalam pedoman ini tidak dimaksudkan untuk semua jenis penelitian kualitatif yang bersifat khusus melainkan hanya untuk memberi kerangka dasar bagi penulisan karya ilmiah atau laporan penelitian yang menggunakanj metode penelitian kulaitatif secara umum.

Metode penelitian dalam laporan penelitian kualitatif mencakup bagian-bagian sebagai berikut: (1) dasar penelitian, (2) fokus penelitian,(3) sumber data, (4) teknik sampling, (5) alat dan teknik pengumpulan data, (6)objektivitas dan keabsahan data, (7) Model analisis data, (8) Prosedur penelitian.

Dikutip dari https://saripedia.wordpress.com/tag/bagian-bagian-karya-ilmiah/

 

  1. ANALISA dan PEMBAHASAN

Analisa dan pembahasan membahas tentang keterkaitan antar faktor-faktor dari data yang diperoleh dari masalah yang diajukan kemudian menyelesaikan masalah tersebut dengan metode yang diajukan dan menganalisa proses dan hasil penyelesaian masalah

 

Bab ini terdiri dari dua bagian besar yaitu :

a. Deskripsi Data

Berisi serangkaian data yang berhasil dikumpulkan, baik data pendukung seperti latar belakang lembaga / instansi yang diteliti, struktur organisasi dan sebagainya sert data utama yang diperlukan untuk pengujian hipotesis. Data-data tersebut harus dideskripsikan secar sistematis.

b. Pembahasan

Bagian ini berisi pembahasan tentang hasil penelitian sesuai dengan acuan dan kriteria-kriteria yang telah ditetapkan. Bagian pembahasan ini memperlihatkanketajaman dan keluasan wawasan penulis mengenai permasalahan yang dikajinya.

Dikutip dari https://saripedia.wordpress.com/tag/bagian-bagian-karya-ilmiah/

  1. KESIMPULAN dan SARAN

Kesimpulan hendaknya berisi uraian tentang -temuan yang penting dalam penelitian dan implikasi-implikasi dari temuan tersebut. Kesimpulan harus sejalan dengan masalah, tujuan, dan merupakan ringkasan dari hasil pembahasan dan analisis. Uraian dalam simpulan harus menjawab masalah yang dikemukakan dalam bab pendahuluan dan memenuhi semua tujuan penelitian.

Saran dikemukakan dengan mengaitkan temuan dalam simpulan dan jika memungkinkan jalan keluarnya juga disampaikan. Saran dapat bersifat praktis atau teoritis. Selain itu, perlu juga dikemukakan masalah-masalah baru yang ditemukan dalan penelitian yang memerlukan penelitian lanjutan.

 

Dikutip dari https://saripedia.wordpress.com/tag/bagian-bagian-karya-ilmiah/

[ TUGAS SOFTSKILL ] Analisis Penggunaan Aplikasi Office Dalam Smartphone Android

0

KATA PENGANTAR

 

Alhamdulillah, segala puji dan syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT, atas limpahan rahmat dan karunia yang diberikan maka penulis dapat menyelesaikan penulisan ilmiah ini dengan judul “Analisis Penggunaan Aplikasi Office Dalam Smartphone Android” dengan baik. Laporan penulisan ilmiah ini disusun atas dasar tugas softskill dari Pak Danang Wijayanto.

Penulis menyadari bahwa penulisan ilmiah ini masih jauh dari kesempurnaan mengingat keterbatasan waktu, pengetahuan dan pengalaman yang penulis miliki. Untuk itu penulis mengharapkan bimbingan, saran serta kritik yang membangun dari berbagai pihak guna menyempurnakan penulisan ilmiah ini.

Penulis telah berusaha semaksimal mungkin dalam penyusunan ilmiah ini, namun penulis menyadari masih adanya kesalahan dan kekurangan diberbagai hal, karena kebenaran semata-mata hidayah dari Allah SWT dan segala kekurangan yang ada akibat keterbatasan penulis sebagai hamba yang tak sempurna. Oleh karena itu, penulis sangat mengharapkan kritikan maupun saran yang bersifat membangun sehingga dapat dilakukan perbaikan pada penulisan-penulisan yang akan datang.

Akhir kata semoga penulisan ilmilah ini dapat bermanfaat bagi pembaca.

 

 

Jakarta, 27 April 2014 

Penulis,          

 

 

(Luhung Ismu Rahdityo)

 

 

 

 BAB I

PENDAHULUAN

 A.  Latar Belakang Masalah

            Android merupakan produk ciptaan Google yang kian menuai sukses sejak dirilis pada 5 November 2007. Fenomena android berhasil merebut pasar menengah dan menengah kebawah yang selama ini mendambakan handphone cerdas dengan harga yang lebih murah. Android adalah perangkat lunak (software) yang didistribusikan secara terbuka (open source) sehingga pengguna bisa membuat aplikasi baru di dalamnya. 

            Android menjadi sistem operasi mobile yang sangat diminati oleh segala lapisan umur, karena kemudahan dan sistemnya yang open source. Sistem Operasi ini sangat cocok bagi mahasiswa yang sangat mengutamakan kebebasan. Hal ini terlihat dari sifat dasar android, yaitu kebebasan bagi user untuk lebih bereksplorasi dengan smartphonemasing-masing. Terutama untuk mahasiswa dan pekerja kantoran yang mungkin lebih sering menggunakan aplikasi office di smartphone mereka sebagaimana aplikasi office tersebut sangat diperlukan untuk kehidupan sehari-hari dan memudahkan pengguna untuk melakukan sebuah pekerjaan yang tidak perlu repot-repot menggunakan komputer atau laptop misalnya. 

            Dari latar belakang tersebut, penulis mengambil judul “Analisis Penggunaan Aplikasi Office Dalam Smartphone Android”.

 

B.  Identifikasi Masalah

Dalam masalah ini penulis akan meneliti tentang penggunaan aplikasi office pada smartphone android. Lebih cenderung/dominan menggunakan aplikasi apa sajakah orang-orang yang menggunakan smartphone android dengan membagikan 50 kuesioner kepada konsumen smartphone android di kalangan mahasiswa dan pekerja (orang kantoran).

 

 C.  Rumusan Masalah

Penulis akan menyoroti masalah pada konsumen terhadap produk smartphone android yang mereka gunakan, yaitu :

–       Aplikasi office apa sajakah yang penting dan sering konsumen gunakan dalam kesehariannya dengan produk smartphone android?

C.  Tujuan Penelitian

            Berdasarkan rumusan masalah diatas, maka tujuan penulisan ilmiah ini adalah untuk mengetahui tingkat kecenderungan penggunaan aplikasi dengan smartphone android di kalangan mahasiswa dan pekerja (orang kantoran) yang sering mereka 

 

D. Manfaat Penelitian

Dalam penelitian ini hanya akan membatasi pada mahasiswa dan pekerja (orang kantoran). Adapun manfaat penelitian yang dilakukan adalah :

1)    Manfaat Bagi Penulis :

  • Sebagai bentuk pengembangan ilmu serta wawasan tentang penerapan teori pada kehidupan nyata.
  • Sebagai pengalaman yang diharapkan dapat berguna di masa mendatang saat berkecimpung dalam dunia kerja.

2)    Manfaat bagi masyarakat :

Sebagai masukan atau sumber informasi bagi masyarakat tentang aplikasi office smartphone android yang akan mereka gunakan.

 

 

 

 BAB II

LATAR BELAKANG DAN HIPOTESIS

 

A.  Latar Teori

Gadget berlabel Smartphone khususnya Smartphone Android adalah gadget multimedia. Android memiliki banyak pilihan aplikasi dalam kategori hiburan(seperti pemutar video, game), edukasi(seperti Google Skymap), navigasi, dan banyak aplikasi berguna lainnya. Salah satu kategori penting Smartphone yang membuatnya menjadi ponsel berkemampuan computer adalah aplikasi office.

Android memiliki beberapa aplikasi office tersedia di Android Market. Namun tiga aplikasi yang paling memiliki banyak pengguna yaitu Document To Go milik Dataviz Inc, Office Suite Pro besutan Mobile System, dan Quick Office Pro garapan Quickoffice. Ketiga aplikasi ini memiliki fitur bisa membaca, mengedit, dan membuat file Word, Excel, dan Powerpoint. Selain itu juga bisa membaca file berformat PDF.

Ketiga aplikasi ini tersedia di Android Market dan berbayar. Dan ketiga-tiganya memiliki harga $14,99. Selain dijual di Android Market, ketiga aplikasi ini seringnya dibundling dalam OS Android merek tertentu. Seperti Document To Go menjadi bundling tablet A-note. Office Suite pro menjadi bundling Sony Ericsson Xperia Pro yang saat ini masih belum resmi masuk pasar Indonesia. Quick Office Pro menjadi bundling dalam Samsung Galaxy.

Ketiga Aplikasi memiliki fungsi yang sama, namun secara detail mereka memiliki fitur berbeda. Atau bisa juga disebut, masing-masing aplikasi memiliki kelebihan masing-masing.

 

Kelebihan Office Suite Pro:

  • Mendukung file office format lama seperti .doc(format file Word) , .xls(format file excel), dan .ppt(format file powerpoint). Dan juga mendukung file office format baru seperti .docx, .xlsx, dan .pptx.
  • Pada saat menyimpan file, terdapat pilihan menyimpan file dalam format baru, format lama, atau .txt(format file notepad).
  • Pada menu Insert, mendukung gambar, tabel, hyperlink, bookmark, komentar, footnote, dan endnote. (footnote dan endnote tidak terlihat pada office versi mobile. Tetapi apabila file dibuka di office versi komputer, footnote dan endnote akan terlihat).

 

Kelebihan Document To Go:

  • Document To Go tidak hanya sekedar viewer, namun aplikasi ini memungkinkan anda untuk membuat dan bekerja dengan file microsoft office.
  • Bisa melihat, menghapus dan membuat file dengan mudah.
  • Fitur fitur yang disediakan juga sangat mudah untuk dipahami.

 

Kelebihan Quick Office Pro:

  • Mampu menampilkan tampilan layar dokumen yang cukup jelas dan konsisten baik.
  • Ada dua pilihan untuk membuka dokumen di Quickoffice Pro: Pertama, cukup dengan membuka salah satu aplikasi (Quickword, Quicksheet, atau Quickpoint) atau langsung dari folder Dropbox atau dari media penyimpanan lain.
  • Untuk urusan menampilkan slideshow di bagian Powerpoint, Quickoffice Pro membolehkan untuk menambah bentuk-bentuk simple dari menu dan tiap-tiap bentuk ini dapat diatur ukurannya dengan menarik bagian tengahnya. Satu lagi kelebihan pada Quickoffice Pro, dapat mengimpor foto dari handphone smartphone.

 

B.  Hipotesis

1.      Office Suite Pro lebih bagus daripada Document To Go dan Quickoffice Pro.

2.      Document To Go lebih bagus daripada Quickoffice Pro dan Office Suite Pro.

3.      Quickoffice Pro lebih bagus daripada Office Suite Pro dan Document To Go.

                                                                                            

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.        Kesimpulan

Setelah melakukan observasi kepada para pengguna Smartphone Android terkhusus untuk aplikasi officenya, maka kebanyakan orang lebih memilih dan sering menggunakan Offcie Suite Pro, karena Office Suite Pro memiliki semua fitur sementara Document To Go dan Quick Office Pro bersifat saling melengkapi. Namun untuk aplikasi berbayar dengan harga yang sama, jelas sekali Office Suite Pro merupakan aplikasi office android yang paling layak untuk dibeli.

 

B.        Saran

Berdasarkan hasil kesimpulan di atas, penulis memberikan saran agar konsumen memilih aplikasi office di android sesuai dengan kebutuhan dan kenyamanan konsumen untuk menggunakan aplikasi tersebut.

 

 

 

 Daftar Pustaka

http://rinrinyummy.blogspot.com/

[TUGAS SOFTSKILL] PENULISAN ILMIAH

0

Image

     I.            Latar Belakang

Pada era globalisasi sekarang ini, teknologi informasi dan komputerisasi sudah semakin maju dan terus berkembang dengan cepat, sehingga membuat segala sesuatunya menjadi serba otomatis dan cepat. Penyediaan informasi yang lengkap dan akses yang mudah sangat penting untuk mendukung suatu kemajuan pengetahuan pribadi maupun organisasi.

Rutinitas yang padat serta mobilitas yang tinggi kurang memungkinkan bagi pencari informasi mendapatkan informasi yang cepat dan terbaru. Oleh karena itu fungsi ponsel pintar sangatlah berguna. Dilihat dari sisi kepraktisan dan mobilitas, ponsel pintar lebih unggul dibanding dengan menggunakan PC ataupun laptop. Dimana kegunaan ponsel pintar ini hampir setara dengan komputer dalam hal kinerja dan penggunaanya. Pesatnya pertumbuhan ponsel pintar belakangan ini karena sisi kemudahan dalam penggunaan dan sangat praktis untuk dibawa.

Mayoritas pengguna ponsel pintar sekarang ini tidak lepas dari aktifitas media sosial yang seakan menjadi gaya hidup wajib. Media sosial sangat membantu dalam hal silaturahmi kepada kerabat yang mungkin sudah sulit ditemui karena perbedaan jarak dan aktifitas. Dukungan provider dan penyedia layanan media sosial sangatlah membantu dalam hal komunikasi.

Namun akhir-akhir ini, penyalahgunaan kemudahan ponsel pintar mengundang pihak-pihak tak bertanggung jawab untuk ikut berpartisipasi dalam perkembangan zaman. Dimana ponsel pintar sangatlah mudah berpindah tangan sehingga sangatlah mudah untuk kehilangan sisi privasi. Berawal dari niat iseng, biasanya oknum tidak bertanggung jawab ini berdalih meminjam ponsel pintar untuk sekedar mencari informasi di google atau sekedar melihat kinerja dari ponsel pintar kawannya. Dengan tipu daya ini biasanya privasi yang seharusnya tidak diketahui oleh orang lain bisa dengan mudah disalahgunakan. Contoh dari kasus ini misalnya “pembajakan” status dari jejaring social, entah itu facebook, tweeter, bbm, whatsap dan jejaring social lainnya. Pencurian data pribadi pun mungkin juga akan terjadi. Sangat bahaya jika penyalahgunaan ini terus terjadi.

Salah satu cara untuk mengamankan data pribadi maupun akun jejaring sosial  adalah dengan menggunakan kunci pengaman (password). Namun penggunaan kata kunci untuk sekarang ini mulai dirasa cukup menyulitkan pengguna pribadi karena kata kunci harus selalu dimasukan jika pengguna ingin mengakses data pribadinya di setiap aplikasi yang berjalan. Oleh karena itu aplikasi ini saya buat untuk lebih memudahkan user dalam mengamankan data pribadi dan akun media social yang selalu terancam bahaya penyalahguanaan dari oknum yang tidak bertanggung jawab.

 

    II.            Manfaat Teoritis Untuk Jurusan

Dengan mempelajari aplikasi ini, diharapkan mahasiswa :

  • Dapat memahami cara kerja dan alur proses dari aplikasi “dual lock-in”
  • Dapat mengimplementasikan dan mengeksplorasikan bahasa pemrograman yang telah dipelajari.
  • Mengetahui lebih jauh tentang pengunaan tool yang berkaitan dengan pembuatan aplikasi ini.

 

 III.            Manfaat Akademis Untuk Masyarakat

Adapun manfaat dari aplikasi untuk masyarakat umum yaitu:

  • Dapat mempelajari system aplikasi (terutama “dual lock-in”) lebih detil.
  • Dapat mengetahui cara penggunaan aplikasi ini.
  • Mengerti lebih dalam tentang pengamanan privasi yang seharusnya hanya diketahui diri pribadi.

 

 IV.            Teori

Pengertian

Dual lockscreen adalah sebuah aplikasi yang berjalan pada system operasi android, dimana aplikasi in berfungsi untuk menjaga keamanan informasi pribadi yang sangat rentan dengan penyalahgunaan. Belajar dari kesalahan dan kelalaian user pengguna ponsel pintar adalah sebab terbentuknya aplikasi ini. Cara kerja pengamanan data dan akun jejaring social pada ponsel pintar yang berjalan pada system operasi android adalah pada saat masuk / membuka kunci layar. Dimana pengguna dihadapkan dengan dual mode untuk dapat mengakses aplikasi yang ada atau sudah terinstal.

Metode lama pengamanan privasi pada andoid saat ini sebatas pada lockscreen dengan kata sandi, pola ataupun deteksi wajah. Kelemahan dari system pengamanan inidapat terjadi jika pemilik ponsel memberikan kepercayaan pada orang kurang tepat karena kelalaian maupun kepercayaan yang berlebih. Metode lain yang ada saat ini adalah dengan memberikan kata sandi pada tiap aplikasi yang diatur. Kelemahannya adalah dalam waktu akses masuk ke dalam aplikasi  bersangkutan, karena pengguna (terutama pemilik ponsel) dituntut untuk memasukan kata sandi secara berulang-ulang untuk dappat mengakses aplikasi bersangkutan. Cara ini dirasa kurang efisien jika aktifitas  pemilik ponsel cukup sering mengakses aplikasi bersangkutan.

Kelebihan

Kelebihan dari aplikasi ini adalah untuk memudahkan akses user dan mempercepat waktu yang dibutuhkan user untuk menggunakan aplikasi yang bersifat pribadi. Dimana pengamanan privari dengan metode lama cukup manyita waktu user untuk masuk ke aplikasi yang bersifat pribadi. Selain itu, kelebihan aplikasi ini adalah cara pengamanan aplikasi pribadi yang bisa diatur sesuai dengan keinginan dari pemilik ponsel pintar.

Untuk mengamankan data pribadi maupun akun jejaring social aplikasi ini bertugas agar tidak semua aplikasi yang ada tak dapat diakses dengan cara disembunyikan dari app drawer. Aplikasi utama yang disembunyikan adalah google playstore.

Cara Kerja

Aplikasi ini bekerja saat ponsel dalam keadaaan layar yang terkunci. Jika layar akan diaktifkan kembali maka user (pemilik dan peminjam) dituntut untuk masuk salah satu mode pengguna, dalam hal ini terdapat dua mode yaitu owner mode dan guest mode.untuk lebih jelasnya tentang cara kerja dari aplikasi ini dapat dilihat pada diagram alur berikut ini.

Image

Jika pengguna mesuk ke dalam mode pemilik (owner mode) maka pengguna dituntut untuk memasukan kata sandi yang tentu saja telah diatur dan seharusnya hanya diketahui oleh pemilik ponsel. Jika sudah berhasil membuka mode pemilik, penggunaan alikasi yang ada tidak terbatas (semua aplikasi yang terpasang dapat digunakan). Pemilik ponsel dapat mengatur aplikasi apa saja yang ingin disembunyikan karena aplikasi ini telah dirancang untuk memanjakan pemilik ponsel dalam menjaga privasi.

Pada mode tamu (guest mode) maka pengguna tetap dapat menggunakan ponsel dengan hak yang terbatas. Maksudnya adalah aplikasi yang dapat digunakan hanyalah apilkasi yang tidak diatur secara pribadi. Pengguna hanya dapat menggunakan aplikasi yang dapat terlihat pada app drawer. Walaupun secara sistematik aplikasi yang disembunyikan tetap terpasang,dimana hanya dapat dilihat pada pengaturan aplikasi (jika aplikasi pengaturan tidak disembunyikan) tetapi pengguna tidak dapat masuk ke aplikasi yang telah di sembunyikan.